Pasal 1 Ketentuan Umum

  1. Tata hubungan Kepala Sekolah dengan semua warga sekolah (Guru, Pegawai Sekolah dan Peserta Didik) hendaknya mengacu pada nilai-nilai dasar ketaqwaan, Budi pekerti, Tata Krama, Tata tertib, Kedisiplinan, kebersihan dan keamanan. Hal ini diperlukan agar suasana kondusif di sekolah dapat terwujud sehingga kinerja semua warga sekolah meningkat.
  2. Tata krama dan Tata tertib di sekolah merupakan nilai dasar yang secara konsisten harus dilaksanakan oleh warga sekolah untuk membentuk budi pekerti warga sekolah sehingga berakhlak mulia.
  3. Untuk mendukung terlaksananya tata krama dan tata tertib sekolah bagi peserta didik maka diperlukan tata krama dan tata tertib hubungan Kepala Sekolah dengan peserta didik, guru dan staff sekolah.

Pasal 2 Hakikat Kepala Sekolah, Hubungan Kepala Sekolah dengan Guru dan Pegawai

  1.  Hakikat Kepala Sekolah.
    1) Kepala sekolah sebagai bagian dari warga sekolah mempunyai peran sebagai pendidik, manajer,
    administrator, supervisor, pemimpin, pemrakarsa dan motivator sehingga menjadi teladan bagi
    peserta didik, guru dan staff.
    2) Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari kepala sekolah hendaknya mengacu pada nilai-nilai
    dasar keimanan dan ketaqwaan, budi pekerti luhur serta konsisten melaksanakan tatak krama dan
    tata tertib sekolah.
    3) Kepala sekolah harus memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap TYME, kepribadian yang
    mantap, keberanian, moral yang baik, kedisiplinan, kejujuran, objektif dan suka membantu (penuh
    kasih) serta mempunyai wawasan dan kewibawaan.
  2. Hubungan kepala sekolah dengan guru
    1) Kepala sekolah melakukan kerja sama yang baik dan harmonis dengan semua guru untuk
    mewujudkan sekolah yang efektif. Hubungan kepala sekolah dengan guru mencakup hubungan
    kedinasan, kemitraan dan kekeluargaan.
    2) Kepala sekolah dengan guru memiliki visi yang sama dalam merencanakan dan melaksanakan
    program pembelajaran, evaluasi belajar, melakukan analisis hasil evaluasi dan mengadakan
    program tindak lanjut program pembelajaran.
    3) Bersikap terbuka terhadap semua masukan, saran dan kritik.
    4) Membantu guru dalam mencari alternative dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan
    proses pembelajaran.
    5) Tidak menegur atau memarahi guru didepan guru lain atau peserta didik.
  3. Hubungan Kepala sekolah dengan Pegawai
    1) Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya memberi contoh dan membantu kelancaran
    tugas staff administrasi.
    2) Perlu kerja sama yang baik antara kepala sekolah dengan seluruh pegawai termasuk dengan
    petugas kebersihan.
    3) Dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai di sekolah perlu melakukan supervise administrasi
    yang berkelanjutan oleh kepala sekolah.
    4) Dalam membuat rincian tugas pegawai dan analisis pekerjaan Kepala sekolah bekerja sama
    dengan Kepala Tata Usaha

Pasal 3 GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

  1. Guru sebagai pribadi:
    1) Memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap TYME, berkepribadian yang mantap, tata krama
    sesuai yang berlaku di daerah setempat, menjadi panutan bagi peserta didik, jujur, adil, disiplin,
    berwibawa dan berakhlak mulia.
    2) Dalam melaksanakan tugasnya guru hendaknya mentaati ketentuan dan peraturan yang berlaku di
    sekolah.
    3) Melaksanakan 5 pembelajaran tugas pokoknya yaitu membuat program pembelajaran,
    melaksanakan pembelajaran yang efektif, mengevaluasi pembelajaran, menganalisis hasil
    pembelajaran, dan melaksanakan program tindak lanjut.
  2. Hubungan Guru dengan Guru
    Hubungan guru dengan teman kolega dimaksudkan untuk menjalin hubungan kerja yang baik antar
    guru, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang harmonis dalam mendukung program sekolah
    efektif.
    1) Diperlukan adanya saling pengertian dan tenggang rasa antara sesame guru.
    2) Saling membantu dalam melaksanakan tata tertib sekolah dan melaksanakan 5 tugas pokok guru.
    3) Mau menerima pendapat sesame guru dan saling membantu memecahkan masalah yang
    dihadapi.
    4) Menepati janji terhadap teman sejawat, konsisten terhadap kesepakatan yang dibuat demi
    peningkatan mutu sekolah.
    5) Berkomunikasi aktif sehingga dapat menyampaikan saran dan kritik dengan bahasa yang sopan
    dan santun.
    6) Saling tukar informasi positif demi kemajuan di bidang pembelajaran dan program inovasi
    pembelajaran.
    7) Memberi contoh positif yang dapat memotivasi teman dalam peningkatan profesionalisme guru.
    8) Memberi pujian bila teman guru melakukan hal yang terbaik.
    9) Tidak menjelekkan dan mengkritik guru atau pegawai di depan peserta didik.
    10) Tidak berdebat sengit dengan guru lain atau pegawai sekolah di depan peserta didik.
    11) Aktif melaksanakan kegiatan diluar KBM tetapi menunjang profesi, misalnya seminar, MGMP,
    pelatihan dan semacamnya serta mengimbaskan pengetahuannya kepada teman guru sejawat
    dengan meningkatkan 5 tugas pokok guru.
  3. Hubungan Guru dengan Kepala Sekolah
    1) Melaksanakan dengan baik semua tugas yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
    2) Mau menerima kritik dan saran setelah di supervise klinis untuk pengembangan pembelajaran.
    3) Tidak menjelekan atau mengkritik Kepala sekolah didepan peserta didik atau didepan umum.
    4) Menjalankan tugas yang diberikan Kepala Sekolah dan menerima serta membantu Kepala Sekolah
    dalam mengembangkan peningkatan mutu sekolah.
    5) Memberikan masukan atau saran positif dalam pengembangan pembelajaran dan kegiatan
    ekstrakurikuler.
    6) Memberi gagasan-gagasan baru dalam melaksanakan dan peningkatan 7K (Keamanan,
    Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kerindangan, Kekeluargaan dan Kegotong-royongan).
    7) Memberikan gagasan-gagasan baru dalam melaksanakan dan peningkatan 7S (Senyum, Salam,
    Sapa, Sopan, Santun, Sederhana dan Simpatik).

Ditetapkan di : Tayan
Pada tanggal : 5 Oktober 2019
Kepala Sekolah,
GI. SUSANA CION, M.Pd
NIP. –