Pasal 1
KETENTUAN UMUM

Hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik dan masyarakat merupakan salah satu factor penting untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Upaya ini terlaksana apabila mendapat dukungan secara intensif dari orangtua peserta didik, alumni sekolah dan tokoh masyarakat setempat.
Untuk mencapai kondisi seperti itu sekolah perlu menata hubungan antara sekolah dengan orang tua peserta didik, alumni dan tokoh masyarakat setempat.

Tata hubungan antara sekolah dengan orang tua peserta didik, alumni dan masyarakat setempat pada dasarnya diarahkan untuk mendukung terciptanya suasana kondusif bagi kegiatan pembelajaran peserta didik dan mengembangkan kepribadian serta budi pekerti peserta didik, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Tayan, 5 Oktober 2019
Kepala Sekolah,

 

GI. Susana Cion, M.Pd
NIP. –

Kewajiban sekolah, orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya menyangkut hal-hal sebagai
berikut:
1) Sekolah dapat menjaga amanah dan mewujudkan harapan orang tua peserta didik yang telah
mempercayakan putera/puterinya untuk mendapat pendidikan di sekolah agar terjadi peningkatan
dibidang pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) serta keseimbangan
antara pembinaan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2) Orang tua peserta didik membantu dan berperan aktif mendidik putera/puterinya dalam belajar,
bersikap, berperilaku dan berbudi pekerti luhur.
3) Alumni hendaknya peduli terhadap perkembangan sekolah yang telah ikut ambil bagian dan berperan
dalam “membesarkan dirinya”.
4) Masyarakat agar berperan serta dalam menjaga keamanan, kebersihan dan kesehatan lingkungan
sekolah serta iklim kekeluargaan antar warga sekolah.
Untuk mewujudkan hal diatas maka perlu kerjasama yang baik antara lain dengan cara:
1) Saling tukar informasi secara kontinyu antara sekolah dengan orangtua peserta didik mengenai
perkembangan pembelajaran, perilaku dan kepribadian peserta didik.
2) Mengadakan dialog untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesalahpahaman antara
sekolah, orangtua, alumni dan masyarakat dalam pendidikan dan pelaksanaan tata tertib peserta didik.
3) Diskusi untuk mendapatkan alternative pemecahan masalah yang berhubungan dengan kesulitan
belajar, norma etika, budi pekerti dan perilaku peserta didik.

  1. 1. Mewajibkan semua warga sekolah untuk berpakaian sederhana namun rapi selama berada di
    lingkungan sekolah.
    2. Melibatkan orang tua peserta didik, alumni dan tokoh masyarakat dalam menyusun tata tertib dan
    peraturan sekolah.
    3. Memasukan aspek budi pekerti dalam penyusunan visi, misi, tujuan dan program sekolah serta kriteria
    kenaikan kelas/kelulusan.
    13
    4. Menyampaikan visi, misi, tujuan dan program sekolah kepada orang tua peserta didik, alumni, dan
    masyarakat.
    5. Menyiapkan buku penghubung sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan orang tua peserta
    didik.
    6. Menyediakan kotak saran dan menanggapi dengan bijaksana masukan atau kritik yang disampaikan
    oleh orang tua peserta didik, alumni dan masyarakat.
    7. Memberi laporan yang objektif dan jujur kepada orang tua peserta didik mengenai penggunaan komite
    sekolah dan ketercapaian program sekolah.
    8. Melaporkan kemajuan pembelajaran dan perilaku peserta didik di sekolah kepada orang tua peserta
    didik.
    9. Melayani semua orang tua peserta didik yang datang ke sekolah dengan baik, ramah tanpa
    membedakan kedudukan, agama, ras dan status social ekonomi.
    10. Menginformasikan prestasi yang dicapai sekolah dibidang akademik maupun non akademik kepada
    orang tua peserta didik, alumni dan masyarakat.
    11. Mengundang orang tua peserta didik, wakil alumni dan wakil masyarakat dalam berbagai pertemuan
    penting sekolah, seperti penyerahan hadiah kepada peserta didik berprestasi.
    12. Melaksanakan hukuman atas pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh peserta didik/warga sekolah
    sesuai dengan peraturan yang disepakati sekolah dengan orang tua peserta didik.
    13. Mendata peserta didik yang berasal dari keluarga pra sejahtera/miskin yang akan digunakan untuk
    memberikan bantuan beapeserta didik.
    14. Melibatkan aparat setempat untuk membantu menjaga dan menanggulangi masalah keamanan seperti
    perkelahian antar pelajar.
    15. Bekerjasanma dengan instansi terkait untuk memberikan ceramah/seminar mengenai cara
    meningkatkan kepercayaan diri, penanggulangan kenakalan remaja, pencegahan HIV-AIDS dan
    bahaya penyalahgunaan NARKOBA.
    16. Mengadakan razia/memeriksa tas peserta didik untuk mencegah agar peserta didik tidak membawa
    benda-benda berbahaya yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran di sekolah.
    17. Mengirim wakil dan memberikan santunan kepada orang tua peserta didik yang mengalami musibah.
    18. Berupaya memiliki data alumni yang baik dan akurat, baik yang kuliah maupun yang bekerja.
    19. Bekerjasama dengan alumni yang telah “berhasil” agar dapat menularkan kiat keberhasilannya kepada
    “adik-adiknya” yang masih aktif sebagai peserta didik di sekolah.
  1. 1. Memperhatikan kesiapan dan kerapian putera/puterinya sebelum berangkat ke sekolah, misalnya
    ketepatan waktu, kesiapan buku pelajaran, kerapian pakaian, kebersihan dan kerapian rambut.
    2. Mengingatkan putera/puterinya untuk berpamitan sebelum berangkat ke sekolah dan mengingatkan
    agar langsung pulang ke rumah setelah pulang dari sekolah.
    3. Secara bijaksana memeriksa isi tas putera/puterinya untuk menghindari terbawanya barang-barang
    yang dilarang dan tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran di sekolah misalnya: rokok,
    benda tajam, buku/gambar porno atau terlarang.
    4. Memberikan dorongan kepada putera/puterinya untuk belajar menyelesaikan pekerjaan rumah dengan
    baik.
    5. Disiplin dan tertib dalam memberikan uang sekolah kepada putera/puterinya.
    6. Menghadiri undangan dari sekolah baik rapat anggota komite sekolah, penga,bilan buku rapot, maupun
    panggilan untuk membicarakan masalah pembelajaran dan perilaku putera/puterinya.
    7. Menanda tangani laporan perkembangan peserta didik (LKS, hasil ulangan dan rapot).
    8. Memberitahukan kepada sekolah apabila ada masalah yang menyangkut putera/puterinya dirumah.
    9. Memberikan masukan atau kritik yang membangun untuk kemajuan sekolah.
    10. Berpakaian sederhana dan rapi setiap kali berada di lingkungan sekolah.
    11. Bersikap ramah dan sopan santun kepada semua warga sekolah.
    14
    12. Membantu tegaknya wibawa Kepala Sekolah, guru dan pegawai.
    13. Membantu menjaga nama baik sekolah.
    14. Membina suasana menyenangkan di rumah untuk meningkatkan motivasi belajar putera/puterinya di
    sekolah.
    15. Mendorong putera/puterinya dalam melaksanakan program 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban,
    Keindahan, Kerindangan, Kekeluargaan dan Kesejahteraan).
    16. Sederhana dan simpatik.
  1. 1. Membentuk wadah ikatan alumni untuk ikut memikirkan dan berpartisipasi dalam meningkatkan mutu
    sekolah.
    2. Bersikap sederhana dan rapi setiap kali berkunjung ke sekolah.
    3. Bersikap ramah dan sopan santun kepada semua warga sekolah.
    4. Mensosialisasikan cara belajar dan bertingkah laku yang baik serta kiat-kiat mencapai keberhasilan
    kepada “adik-adiknya”.
    5. Membantu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
    6. Menyumbangkan tenaga kepada almamater, misalnya alumni yang telah menjadi dokter, secara
    berkala memberikan layanan kesehatan di sekolah.
    7. Memberikan saran dan kritik yang membangun untuk kemajuan sekolah.

1. Berpakaian sederhana namun rapi ketika berada di lingkungan sekolah.
2. Bersikap ramah dan sopan santun kepada semua warga sekolah.
3. Memberikan informasi yang diperlukan oleh sekolah.
4. Melaporkan kepada sekolah mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah yang melibatkan
warga sekolah.
5. Menghadiri undangan dari sekolah.
6. Memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada sekolah.
7. Ikut menjaga keamanan sekolah.
8. Mengikut sertakan warga sekolah dalam kegiatan kemasyarakatan sepanjang tidak mengganggu
proses pembelajaran.
9. Secara berkala mengadakan pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas berbagai masalah
yang terjadi di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan tata hubungan sekolah, orang tua peserta didik, alumni dan masyarakat di sekitar sekolah
diharapkan akan menciptakan situasi kondusif yang dapat meningkatkan prestasi peserta didik baik dibidang
akademik maupun non akademik serta peningkatan kepribadian dan budi pekerti luhur.

Ditetapkan di : Tayan
Pada tanggal : 5 Oktober 2019
Kepala Sekolah,
GI. SUSANA CION, M.Pd
NIP. –